Translator


Cambridge, Orang yang makan ikan 2 hingga 3 kali seminggu memiliki risiko stroke yang rendah ketimbang yang jarang atau tidak makan ikan sama sekali.

Hal ini berdasarkan kesimpulan dari analisis 15 studi yang dilakukan pada 400.000 orang usia 30-103 tahun dan diikuti 4 hingga 30 tahun kemudian untuk melihat apakah ada partisipan yang menderita stroke.

"Saya pikir secara keseluruhan, ikan menyediakan paket nutrisi yang menguntungkan, khususnya omega-3 yang bisa menjelaskan mengapa bisa menurunkan risiko stroke," jelas Dr Dariush Mozaffarian, ahli epidemiologi dari Harvard School of Public Health, seperti dilansir Health24, Senin (27/9/2011).

Menurut Dr Mozaffarian, banyak bukti yang menunjukkan bahwa 2 atau 3 porsi ikan setiap minggu cukup untuk mendapatkan khasiat menurunkan risiko stroke hingga 6 persen.

Data untuk analisis berasal dari hampir 400.000 orang usia 30-103. Penelitian itu dilakukan di AS, Eropa, Jepang dan Cina. Selama mana saja dari beberapa tahun untuk beberapa dekade, sekitar 9.400 orang mengalami stroke. Makan tiga porsi ikan ekstra setiap minggu dikaitkan dengan penurunan 6 persen dalam risiko stroke, yang diterjemahkan menjadi satu stroke lebih sedikit di antara seratus orang makan ikan ekstra selama seumur hidup.

"Asam lemak omega-3 dalam ikan dapat menurunkan risiko stroke melalui efek positif pada tekanan darah dan kolesterol. Vitamin D , selenium dan jenis protein tertentu dalam ikan juga bisa menurunkan risiko stroke," jelas Dr Susanna Larsson dan Dr Nicola Orsini dari Karolinska Institutet di Stockholm.

Studi tersebut dilakukan di AS, Eropa, Jepang dan China. Di negara manapun dari beberapa tahun untuk beberapa dekade, sekitar 9.400 orang mengalami stroke. Makan tiga porsi ikan ekstra setiap minggu dikaitkan dengan penurunan 6 persen dalam risiko stroke.

Dan orang yang makan ikan paling banyak (lebih dari 3 kali seminggu) bisa menurunkan risiko stroke hingga 12 persen dibandingkan dengan orang yang makan ikan lebih sedikit.

Peneliti juga menggunakan berbagai ikan untuk meneliti apakah semua ikan bisa bermanfaat dan menemukan bahwa ikan yang digoreng dan sandwich ikan tidak termasuk bisa menurunkan risiko stroke. Manfaat ikan akan menjadi hilang ketika diolah dengan cara digoreng.

Ikan berlemak seperti salmon dan herring sangat tinggi kandungan omega-3. American Heart Association merekomendasi paling tidak 2 porsi ikan berlemak setiap minggu telah dapat menjauhkan orang dari risiko stroke.

Read More ...

0 comments


 Chicago, Penyebab stres (stresor) psikososial yang menyebabkan ketakutan, kecemasan dan enggan bergaul dengan orang-orang sekitar, telah dikaitkan dengan perkembangan kanker payudara. Stresor tersebut dapat meningkatkan agresivitas perkembangan kanker payudara.

Peneliti dari University of Illinois di Chicago menemukan bahwa pasien kanker payudara dengan tingkat stres tertinggi memiliki tumor yang paling agresif. Stres berperan dalam sistem saraf otonom, yang merupakan faktor yang mempunyai pengaruh dalam mengatur denyut jantung, tekanan darah, otot dan kelenjar.

Penelitian ini melibatkan 989 wanita yang telah didiagnosa dengan kanker payudara dalam 3 bulan sebelumnya. Penelitian dilakukan untuk menilai tingkat stres peserta penelitian dan menemukan bahwa, para wanita dengan tingkat stres yang lebih tinggi memiliki peningkatan kejadian kanker payudara yang agresif.

Sekitar 38 persen dari partisipan juga lebih mungkin untuk memiliki estrogen-receptor negative tumor. Biasanya pada kondisi tersebut seseorang tidak akan merespon pemberian terapi obat seperti tamoxifen.

"Namun mekanisme mengenai hubungan stres psikososial dan agresivitas kanker payudara belum jelas," kata Garth Rauscher, yang memimpin penelitian tersebut seperti dilansir dari HealthNews, Selasa (27/9/2011).

Peneliti menyimpulkan bahwa, tingkat stres dalam kehidupan pasien mempengaruhi agresivitas kanker payudara. Hal Ini memungkinkan bahwa seseorang yang didiagnosa dengan kanker payudara yang lebih agresif akan membutuhkan perawatan stres yang lebih intensif.

Black dan Latina, dua orang perempuan yang terlibat dalam penelitian ini menunjukkan nilai stres yang lebih tinggi. Sehingga kedua perempuan tersebut memiliki tingkat agresivitas kanker yang lebih tinggi.

Perbedaan rasial pada wanita yang didiagnosa menderita kanker payudara bukanlah hal baru. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology pada bulan Juli 2011 menyatakan bahwa wanita kulit hitam lebih mungkin meninggal akibat kanker payudara dibandingkan wanita kulit putih.

Kelompok wanita kulit hitam di Amerika Serikat cenderung memiliki berat badan yang lebih berat dibandingkan wanita kulit putih. Namun, para peneliti belum dapat menemukan hubungan antara tingkat kelangsungan hidup dan obesitas.

Beberapa peneliti telah menghubungkan kedua hal tersebut dengan perbedaan dalam biologi tumor dan akses perawatan kesehatan yang sangat berperan untuk penyembuhan penyakit.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, sekitar 210.000 kasus baru kanker payudara telah didiagnosa setiap tahun. Dan diperkirakan setiap tahun, hidup 40.000 wanita bergantung pada penyakit ini. Disarankan untuk melakukan mammogram tahunan dimulai pada usia 40 tahun dan akan dilakukan pemeriksaan ulang setiap 1-2 tahun.

Kanker payudara adalah kanker yang terbentuk di dalam sel-sel payudara. Ada berbagai jenis kanker payudara, tetapi kanker yang dimulai di saluran susu (duktal karsinoma) adalah jenis yang paling umum.

Setelah kanker kulit, kanker payudara adalah kanker paling umum didiagnosis pada wanita di Amerika Serikat. Kanker payudara dapat terjadi pada pria dan wanita, tetapi itu jauh lebih umum pada wanita.

Tingkat kelangsungan hidup kanker payudara telah meningkat dan jumlah kematian telah menurun, berkat sejumlah faktor seperti deteksi dini, pengobatan baru, dan pemahaman yang lebih baik dari penyakit  tersebut.

(http://www.detikhealth.com, 27/09/2011)
Read More ...

0 comments



A. Pengertian
Konjungtivitis adalah inflamasi dari konjungtiva dan ditandai dengan pembengkakan dan eksudat (Brunner & Suddarth, 2002). Pendapat lain menyatakan bahwa konjungtivitis merupakan suatu peradangan konjungtiva yang disebabkan bakteri, virus, jamur, chlamidia, alergi atau iritasi dengan bahan-bahan kimia (RSUD Dr.Soetomo, 1994)
Nettina (2001) konjungtivitis adalah inflamasi atau infeksi konjungtiva, membran anterior kelopak mata.

B.  Anatomi
Darling (1996), konjungtiva adalah membran mukosa (selaput lendir) yang melapisi keopak dan melipat ke bola mata untuk melapisi bagian depan bola mata sampai limbus, dimana konjungtiva berbatasan dengan lapisan supervisial kornea.

Konjungtiva yang melapisi kelopak mata yaitu konjungtiva palpebrae sangat vaskuler (banyak mengandung pembuluh darah). Konjungtiva ini lebih tebal daripada konjungtiva bulbi yang menutupi bagian depan bola mata sampai tepi kornea. Sclera dapat dilihat lewat konjungtiva bulbi.
Konjungtiva palpebrae dan konjungtiva bulbi dipisahkan oleh ruang potensial, yaitu sakus konjungtiva, yang dibentuk oleh refleksi (pembalikan) konjungtiva diatas permukaan dalam palpebra dan sclera.
Konjungtiva memberikan perlindungan kepada sclera dibawahnya dan memberikan pelumasan kepada bola mata yang diperankan oleh glandula mukosa dan serosa. Artena papebralis menyediakan darah kulit kelopak mata dan arteri oftalmika dan fasialis menyediakan darah ke seluruh palpebra dan konjungtiva.

C. Etiologi
Etiologi konjungtivitis menurut Voughan (2000) adalah
1.    Bakterial
a.    Hiperakut (purulen) : Neisseria Gonnorhoea, N. Meningitis, N.Gonorrhoea sub kochii
b.    Akut (Mukupurulen): Pneumokokkus / Strept Pneumoniae, Haemophillus Aegyptius (iklim tropik)
c.    Subakut : Haemophillus Influenzae (iklim sedang)
d.    Menahun : Staphilococcus aureus, Maxella Lacunata
e.    Lain-lain : Streptococci, Calliform, Corynebact.Diptheriae, M. Tuberculose

2.    Klamidial
a.    Trachoma (Chlamydia Trachomatitis Serotipe A-C)
b.    Konjungtivitis Inklusi (Chlamydia trachomatis Serotipe D-K)
c.    Limfogranuloma Venerum (LGV)

3.    Virus
a. Konjungtivitis folikuler virus akut: demam faringokonjungtivitis (Adenovirus tipe 3 dan 7), kerotokonjungtivitis epidemika (Adenovirus tipe 8 dan 19), virus herpes simplex, konjungtivitis hemoragik akut (Enterovirus tipe 70)
b.    Konjungtivitis folikuler virus menahun : virus molluscum contogjosum
c.    Blefarokonjungtivitis karena virus : Varicella, herpes zoster

4.    Ricketsia, Konjungtivitis non purulen dengan hiperemia

5.    Fungal
a.    Eksudatif menahun : Candida
b.    Granulomatosa : Rhinosporidium Seeberi, Sporotix Schenckii

6.    Parasitik
Konjungtivitis dan blefarokonjungtivitis menahun : Ascaris Lumbricoides, Taenia Solium, Schistosa Haemotobium, Loa-Loa

7.    Immunologik (allergic)
a.    Reaksi hipersensitivitas segera (humoral)
b.    Reaksi hipersensitivitas tertunda (seluler)
c.    Penyakit autoimun

8.    Kimia atau iritatif
a.    Latrogenik : miotika Idoxuridine, Obat topical lain, larutan lensa kontak
b.    Berhubungan denga pekerjaan : asam, basa, asap, angin, cahaya ultra violet, bulu ulat.

9.    Etiologi yang tidak dapat diketahui
Folikulosis, Konjungtivitis folikuler menahun, psoriasis, dermatitis herpetiformis, Epidermolisis Bulosa, konjungtivitis Ligneosa.


D.  Tanda dan Gejala
o   Penglihatan kabur
o   Sakit mata
o   Terbentuk kerak pada kelopak mata pada malam hari
o   Peningkatan air mata
o   Terasa seperti ada pasir di mata
o   Gatal di mata
o   Kemerahan pada mata
o   Peka terhadap cahaya

E.   Tipe
1)    Konjungtivitis Kataral
Gambaran klinisnya adalah infeksi konjungtiva dan hiperemi konjungtiva tarsal, tanpa folikel, tanpa cobbe stone dan tanpa flikten. Pada konjungtivitis kataral berbentuk sekres serus, mukus atau mukopurulen tergantung penyebabnya.
2)    Konjungtivitis purulen, mukopurulen
Terdapat sekret purulen seperti nanah, kadang disertai massa putih di konjungtiva tarsal
3)    Konjungtivitis membran
Ditandai dengan adanya membran / selaput berupa massa putih pada konjungtiva tarsal dan kadang-kadang juga menutupi konjungtiva bulbi. Massa putih ini ada 2 jenis yaitu membran dan pseudomembran.
Konjungtivitis membran dapat disebabkan oleh infeksi streptococ hemolitik dan infeksi difteria. Konjungtivitis pseudomembran disebabkan infeksi yang hiperakut seperti infeksi pneumococ
4)    Konjungtivitis folikuler
Meliputi konjungtivitis viral, konjungtivitis klamidia, konjungtivitis folikular toksik dan konjungtivitis folikuler yang tidak diketahui penyebabnya. Tanda-tanda radang tampak menonjol pada konjungtivitis toksid lebih sering radang tidak akut.
5)    Konjungtivitis Vernal
Banyak ditemukan pada usia 5-25 tahun, gejala subjektif yang menonjol adalah rasa sangat gatal pada mata, terutama bila berada di lapangan terbuka yang panas terik. Sekret pada mata dasarnya mukoid dan menjadi mukopurulen apabila terdapat infeksi sekunder.
6)    Konjungtivitis Flikten
Sebagian besar diderita anak-anak. Gejalanya adalah flikten yang umumnya dijumpai di limbus. Selain itu, flikten juga ditemukan pada konjungtiva bulbi, konjungtiva tarsal dan kornea. Apabila flikten timbul pada kornea dan sering kambuh maka berakibat gangguan penglihatan.

F.   Pengobatan
Pengobatan spesifik tergantung dari identifikasi penyebab. Konjungtiva karena bakteri dapat diobati dengan sulfonamide (Sulfetamide 15%), atau antibiotika (Gentamycin 0,3 %, Chloramphenicol 0,5%).
Konjungtiva karena jamur sangat jarang, sedangkan konjungtiva karena virus pengobatannya terutama ditujukan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder (antibiotika)
Konjungtiva karena alergi diobati dengan anti histamine (Antazoline 0,5%, Naphazoline 0,05%) atau kortikosteroid (misal Dexamethasone 0,1%) (RSUD Dr.Soetomo, 1994).
Pendapat senada dikemukakan “American Optometric Association” yang menyatakan bahwa pengobatan konjungtivitis disesuaikan dengan penyebabnya :
a)    Konjungtivitis Alergi
Penderita perlu menghindari / menghilangkan allergen. Kompress dingin dan air mata buatan kadang meringankan ketidaknyamanan pada kasus-kasus ringan. Jika lebih parah, perlu diobati dengan obat non steroid anti inflamasi dan anti histamine. Pada kasus allergic konjungtivitis persistent penderita mungkin perlu pengobatan tetes mata steroid
b)    Konjungtivitis Bakteri
Biasanya diobati dengan salep / tetes mata antibiotik. Perbaikan biasanya terjadi setelah 3-4 hari pengobatan. Dosis yang tepat perlu diperhatikan untuk mencegah kekambuhan
c)    Viral Konjungtivitis
Antibiotik tidak akan menyembuhkan infeksi virus. Gejala biasanya dapat berkurang dengan pemberian kompress dingin dan tetes air mata buatan. Untuk kasus yang parah, topical steroid diperlukan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat radang tetapi tidak memperpendek lama infeksi.
d)    Konjungtivitis Kimia
Pengobatan untuk konjungtivitas kimia memerlukan pembalasan mata dengan saline dan topical steroid. Luka kimia misal karena alkali merupakan tindakan  gawat darurat karena dapat menyebabkan kerusakan intraokuler, bahkan kehilangan mata

G.  Komplikasi
1.    Stapilokokus Blefarokonjungtivitis, Gonokok menyebabkan perforasi kornea, dan endoftalmitis dan meningokok dapat menyebabkan septicemia atau meningitis
2.    Keratitis
3.    Virus Herpetik dapat menyebabkan parut pada kelopak, neurargia, katarak, glaucoma, kelumpuhan syaraf III, IV, atrofi saraf optic dan kebutaan.
4.    Ulkus kornea, infeksi sekunder oleh bakteri, parut kornea dan neovaskularisasi kornea

Bagaimana cara pencegahannya, silakan download file & referensinya dibawah ini !


Read More ...

0 comments


Data kumulatif kasus AIDS perempuan Indonesia pada tahun 2010 berdasarkan jenis pekerjaan menunjukkan, ibu rumah tangga adalah kelompok paling banyak mengidap AIDS ketimbang penjaja seks. Angka ini dipastikan terus bertambah jika tidak segera dilakukan upaya preventif.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi Penangulangan AIDS Nasional (KPAN) Nasfiah Mboi, saat rapat koordinasi kemitraan pemerintah dan sektor swasta untuk penanggulangan HIV dan AIDS, Senin, (26/9/2011) di Jakarta.
"Kalau di kalangan perempuan yang terbanyak ada di ibu rumah tangga, artinya dia dapat dari suaminya. Karena laki-lakinya mungkin tidak memperhatikan kalau dia bisa menularkan ke istrinya," ujar Nafsiah.
Ia menuturkan, banyaknya ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV/AIDS umumnya dipicu minimnya informasi terkait masalah kesehatan seksual. Sedangkan pada wanita penjaja seks, Pemerintah, KPAN, dan LSM sudah membuat suatu program-program di tempat prostitusi terkait informasi, penyediaan kondom, dan pengobatan penyakit kelamin sehingga bisa lebih melindungi diri.
"Dari semua kasus AIDS perempuan berdasarkan data pekerjaannya, sebanyak 2.640 adalah ibu tangga, sedangkan pekerja seks cuma 457. Pada ibu tumah tangga, mereka tidak terpapar informasi itu," lanjutnya.
Di samping itu, tingginya angka HIV/AIDS pada ibu rumah tangga juga tidak lepas dari peran para suami atau lelaki yang sering jajan, ditambah masih banyak pria yang malas menggunakan kondom saat melakukan hubungan seks berisiko.
"Selama ini, kita belum fokus pada ibu rumah tangga, kita fokusnya kepada pekerja seks. Oleh karena itu, sejak 2011 ini setelah melakukan penelitian dan kajian, kita mengubah strategi dengan fokus pada laki-laki. Harapannya, kalau laki-laki tidak ada yang terinfeksi HIV lagi, otomatis ibu rumah tangga dan bayi-bayi juga akan selamat," tandasnya.

Read More ...

0 comments


Meski sering dianggap sebagai lemak baik, konsumsi berlebihan lemak tak jenuh tetap berbahaya. Apabila asupan lemak total lebih dari 30 persen dari makanan yang dikonsumsi, timbunan lemak dalam tubuh akan meningkat.
”Timbunan lemak meningkatkan faktor risiko naiknya lemak darah yang bisa menimbulkan gangguan penyakit jantung dan pembuluh darah,” kata dokter ahli nutrisi Diah Prasmapti Y pada seminar ”Hidup Berkualitas dengan Jantung Sehat” di Rumah Sakit Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (24/9).
Lemak tak jenuh banyak ditemukan pada ikan, kacang-kacangan, dan minyak nabati. Lemak ini membentuk dinding sel tubuh.
Menurut Diah, baik lemak jenuh, tak jenuh, maupun trans akan meningkatkan kalori tubuh. Publik masih menganggap hanya lemak jenuh yang berbahaya, yang banyak terdapat pada daging dan jeroannya, santan, serta makanan yang digoreng. ”Setiap 1 gram lemak mengandung 9 kalori, sedangkan 1 gram tepung- tepungan menghasilkan 4 kalori,” ungkapnya.
Selain lemak jenuh dan tak jenuh, lemak trans juga berbahaya. Lemak ini dihasilkan melalui proses industri, seperti margarin dan minyak goreng. Pada kemasan makanan, lemak trans biasa disebut lemak hidrogenasi.
”Lemak trans tak hanya meningkatkan kolesterol jahat, tapi juga menurunkan jumlah kolesterol baik. Berbeda dengan lemak jenuh yang hanya meningkatkan kolesterol jahat,” kata Diah.

Menghilangkan lemak
Dosen Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga, Fakultas Kedokteran UI—yang juga dokter tim SEA Games XXVI/2011—Hario Tilarso, mengatakan, lemak dalam tubuh tak bisa dihilangkan hanya pada satu bagian tertentu, kecuali dengan sedot lemak. Penggunaan penghancur lemak pada bagian tubuh tertentu—seperti diiklankan—tak benar dan tak bermanfaat. ”Lemak dalam tubuh hanya bisa dibakar dengan aerobik, seperti lari, jalan kaki, senam, atau renang.” katanya.
Sedot lemak banyak dilakukan orang yang ingin menghilangkan lemak, khususnya bagian perut, secara cepat dan instan. Cara ini sebenarnya hanya disarankan untuk orang-orang tertentu.
Dokter olahraga biasanya hanya menyarankan sedot lemak kepada orang dengan kegemukan berat dan lemak dalam tubuhnya sulit dihilangkan meski berolahraga secara benar. Biasanya terjadi pada orang dengan kondisi hormon tertentu.
Untuk memelihara jantung tetap sehat, cukup olahraga 3-5 kali per minggu dengan durasi 20-60 menit sekali olahraga. Olahraga berlebih membuat badan lelah, susah tidur, mudah sakit, dan menimbulkan gangguan jantung. (MZW)

Read More ...

0 comments


Negara-negara di Afrika Timur sedang disibukkan dengan upaya memerangi wabah kala azar terburuk dalam sepuluh tahun terakhir. Kala azar adalah nama lain visceral leishmaniasis (VL), yaitu penyakit parasit endemik yang menyerang sekitar 70 negara di dunia.

Sudan Selatan memiliki jumlah kasus tertinggi kedua setelah India.
Penyakit ini menyebar melalui gigitan lalat pasir. Sekitar setengah juta orang telah terinfeksi dan 50.000 hingga 60.000 orang meninggal per tahunnya disebabkan infeksi ini.

Pasien yang terinfeksi mengalami gejala berupa demam tidak teratur, berat badan menurun pesat, limpa dan hati membengkak, dan mengalami anemia.

Kolaborasi di seluruh wilayah endemik melalui Leishmaniasis East Africa Platform (LEAP) berhasil mengembangkan kombinasi terapi baru yang lebih murah dan cepat.

Di Nairobi, lebih dari 100 peneliti dan pakar klinis dari Departemen Kesehatan dan otoritas pengawas obat akan mengadakan pertemuan dua tahunan LEAP minggu ini. Pertemuan ini akan membahas apa yang berhasil di lapangan serta berupaya menemukan cara lebih yang baik untuk mengendalikan penyakit ini.

Setelah 70 tahun mengalami sedikit perbaikan dan perubahan dalam pengobatan Kala Azar di Afrika, LEAP dan mitra-mitranya telah berhasil menemukan pengobatan baru yakni pengobatan kombinasi Sodium Stibogluconate & paromomycin (SSG & PM).

Obat ini lebih murah dan mempercepat pengobatan hampir separuh waktu yang diperlukan sebelumnya, yaitu dari 30 hari setelah suntikan menjadi 17 hari saja.

Kombinasi terapi ini juga membantu mengatasi resistensi terhadap pengobatan. Negara-negara di kawasan Afrika Timur sedang berada dalam proses pendaftaran dan siap menggunakan pengobatan, namun mereka masih memerlukan dana untuk mengendalikan penyakit ini.

"Saya telah menghabiskan 50 tahun merawat pasien Kala Azar dan meneliti parasit pembunuh ini. Saya tahu pasien di sini sangat miskin dan pekerja kesehatan terbebani dengan pengobatan yang lebih cepat, lebih murah, dan mudah digunakan," kata Profesor Ahmed Mohamed El Hassan, Profesor Emeritus dari Institut penyakit Menular di Universitas Khartoum, Sudan.

"Idealnya untuk pasien dengan kondisi seperti itu, kita memerlukan pengobatan oral seperti yang sedang diuji saat ini, atau obat yang benar-benar baru. Tapi kami masih sulit mencapainya dan berupaya mencari dana untuk mendapatkan obat tersebut," lanjutnya seperti dikutip dari Esciencenews, Senin (26/9/2011).

Pada bulan Maret 2010, Komite Ahli Pengendalian Leishmaniases bentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan SSG & AM sebagai pengobatan pertama Kala Azar di Afrika Timur.

Obat ini telah digunakan untuk mengobati pasien-pasien Kala Azar di Sudan dan Sudan Selatan. Negara lain yang terkena dampak Kala Azar sedang dalam proses pendaftaran PM untuk digabungkan dengan SSG yang sudah terdaftar.

"Setelah 20 tahun, WHO memperbarui pedoman kontrol untuk leishmaniasis. Ini menunjukkan bahwa ada kolaborasi dan kemajuan yang lebih besar. Sekarang negara-negara ini membutuhkan dukungan untuk menerapkannya di lapangan," kata Dr Merce Herrero dari divisi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit LEAP.

Pengembangan SSG & PM merupakan hasil kerjasama kolaboratif selama enam tahun antara Drugs for Neglected Disease Initiative (DNDi), LEAP, dan mitra lainnya termasuk Program Pengendalian Nasional Kenya, Sudan, Ethiopia, dan Uganda, serta Médecins Sans Frontières (MSF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Read More ...

0 comments